"Olahraga selam semakin diminati, karena banyak hal-hal baru yang didapat ketika menyelam," kata Freddy kepada CNN Indonesia di Cendrawasih Hall, Jakarta Conventiom Centre (JCC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesuksesan tersebut jangan membuat terlalu bangga dan teledor. Sebagai rekan pemerintah, POSSI siap untuk mendukung peningkatan kemampuan teknik menyelam yang baik dan aman.
"Meskipun Anda kuat dan berani, Anda harus selalu siaga dan bersikap baik," ucapnya.
Sejalan dengan pengembangan industri wisata bahari bawah laut, kata Freddy, kebutuhan terhadap pemandu wisata, pemandu selam, dan instruktur selam yang memenuhi standar tertentu pun meningkat. POSSI juga mengambil keuntungan dari promosi scuba diving dengan dikeluarkannya 8.900 sertifikasi selam internasional tahun 2014.
"Lisensi kami dikeluarkan seturut dengan permintaan instruktur POSSI dari 33 provinsi di Indonesia, berkisar dari level pemula (penyelam bintang satu) sampai level dive master (penyelam bintang tiga), penyelam bintang empat, dan instruktur," ucap Freddy.
Tingkatkan Jumlah Wisatawan
Sementara itu Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata, Dadang Rizki, juga memberikan pujian kepada acara eksebisi tersebut karena mempromosikan wisata bawah laut dan olahraga ekstrem.
"Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan tahun 2019 sebesar 20 juta orang. Tapi kami tidak bisa mencapai itu secara sendiri," ujarnya terpisah dalam kata sambutan.
Senada, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, mendukung pernyataan Dadang. "Dua per tiga wilayah Indonesia terdiri dari laut. Masih banyak pulau-pulau kecil kita tidak berpenduduk.
"Dan ini potensi. Pulau-pulau ini selalu berasosiasi dengan terumbu karang."
"Oleh karena itu mari kita bahu-membahu mengembangkan potensi-potensi ini supaya dapat berkontribusi mencapai 20 juta pada tahun 2019," tuturnya. (vws)