Penantian selama 73 tahun, mengakhiri ejekan dari suporter klub tetangga, Everton, yang selalu mengatakan hanya ada satu klub Merseyside yang pernah mengangkat trofi kompetisi tertua di dunia tersebut.
"Liverpool tidak pernah memenangi Piala FA, dan itu merupakan hal yang sangat buruk," ujar manajer legendaris The Reds, Bill Shankly yang menjadi arsitek dibalik kemenangan historis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan ketika Ron Yeats memimpin pasukan merah menuju panggung untuk menerima piala dari Ratu Inggris, segala harapan dan mimpi Liverpool terwujud dalam nyanyian "Ee-aye-addio, Kita telah memenangkan Piala!"
Sempat bersorak ketika Roger Hunt mencetak gol ke gawang Leeds, euforia para pendukung Liverpool lantas tertunda saat tim lawan menyamakan kedudukan lewat aksi Billy Bremner.
Namun sundulan Ian St. John di perpanjangan waktu membuat para pendukung Liverpool yang mendatangi London bersorak kegirangan. "Sambutan dari pusat kota sangatlah luar biasa. Emosinya tak dapat digambarkan," ujar Shankly saat itu.
"Orang-orang memanjat dinding toko-toko dan bank hanya untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik. Mereka berada di tempat berbahaya, tetapi nama mereka setidaknya berada di Piala FA, dan hanya itulah yang penting saat itu."
Shankly mungkin telah meraih banyak penghargaan bersama The Reds, namun keberhasilannya mengakhiri penantian Piala FA merupakan salah satu pencapaian terbaik manajer yang diabadikan dengan sebuah patung yang berdiri tegak di luar tribun The Kop itu.
Kini, 50 tahun berselang, Liverpool tak lagi terbang tinggi seperti era Shankly. Era kejayaan kini hanya tinggal kenangan, setelah musim ini tim asuhan Brendan Rodgers dipastikan kembali puasa gelar untuk kali ketiga berturut-turut.
The Reds saat ini masih menunggu "Shankly" baru, untuk membawa klub Merseyside tersebut kembali meledak dalam kegembiraan, seperti yang terjadi persis hari ini, pada 50 tahun lalu. (vri/vri)