Ucapan itu sendiri bukan hanya retorika belaka. Terbukti, saat Pacquiao bertarung, Filipina dan rakyatnya seolah melupakan berbagai hal di luar Pacquiao. Mereka bersatu untuk memberikan dukungan pada Pacquiao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ia bertarung, angka kriminal turun nyaris mendekati nol. Di bagian selatan Filipina, perang antara militer dan pemberontak berhenti. Bahkan, mereka (militer dan pemberontak) menonton pertandingan Pacquiao bersama."
"Pacquiao terlalu cepat mengakhiri pertarungan. Kami bahkan belum membuat tempat duduk kami menjadi 'hangat'," ucap Eid Kabalu, juru bicara pasukan pemberontak tersebut.
"Jika saja Pacquiao bertarung setiap hari, maka tidak akan ada senjata yang menyala," kata Eid Kabalu.
Jika pasukan pemberontak saja bisa berdamai saat Pacquiao bertarung, apalagi tindakan kriminal yang tergolong kriminal biasa.
Berbarengan dengan duel Pacquiao lawan Hatton saat itu, hanya ada satu tindakan kriminal yang terjadi di Manila yang berpenduduk 12 juta orang. (ptr/ptr)