Namun melihat data statistik yang ada, kenyataan yang dilihat publik pada umumnya ternyata bertolak belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pukulan kategori jab, Mayweather Jr. melayangkan 267 pukulan, berbanding 193 milik Pacquiao, sedangkan kategori power punch, Pacquiao lebih unggul 236 pukulan berbanding 168 pukulan.
Data statistik ini tentunya bakal mengejutkan publik yang melihat langsung pertarungan dua petinju fenomenal ini.
Jawaban dari hal ini terletak pada efektivitas jab milik Mayweather Jr. Dalam pertarungan yang digelar di MGM Grand Las Vegas tadi, Mayweather Jr. memang sering mendaratkan jab pada saat kedua petinju berhadapan dan memulai serangan.
Aksi curi serangan lewat jab-jab yang dilakukan Mayweather Jr. inilah yang berpeluang memberikan perbedaan besar dalam penilaian juri terhadap aksi dua petinju ini.
Walaupun tidak terhitung sebagai sebuah serangan besar, Mayweather Jr. mampu 'menabung' poin plus di tiap ronde.
Pacquiao kemudian terlihat 'lebih layak' menang di mata publik karena agresivitas dan tekadnya untuk menyerang sepanjang pertandingan berlangsung. Ia terus berlari mengejar Mayweather Jr. dan inilah yang jadi poin plus di mata publik.
Kengototan Pacquiao itulah yang dilihat publik sebagai bukti sahih bahwa Pacquiao layak jadi pemenang, padahal di saat bersamaan Mayweather Jr. justru lebih efektif dan efisien dalam melontarkan pukulan sehingga layak untuk keluar sebagai pemenang di akhir pertandingan.
Data statistik pertarungan Pacquiao lawan Mayweather Jr. :
[Gambas:Twitter] (ptr/ptr)