Sebelum pertandingan dini hari tadi, Munich memiliki rata-rata penguasaan bola 66,1 persen per pertandingan di Liga Champions musim ini. Sementara Barcelona 63,9 persen per pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan itu mengakhiri rentetan keberhasilan Barcelona memenangi penguasaan bola. Dalam 96 pertandingan sebelumnya, Barcelona selalu berhasil mendapatkan penguasaan bola lebih banyak.
Munich menyelesaikan 488 umpan dari 556 percobaan. Sementara Barcelona hanya melakukan 448 umpan dengan hanya 375 di antara yang berhasil.
Tidak jeli
Sayang, penguasaan bola yang didapat Munich tidak diimbangi dengan penyelesaian akhir yang impresif. Lini depan Munich yang diisi Robert Lewandowski dan Thomas Mueller terlihat tidak jeli dalam penyelesaian akhir.
Munich tercatat menciptakan delapan usaha tendangan ke gawang, tapi tidak ada yang tepat sasaran. Barcelona berhasil melakukan delapan shot on target dari 17 percobaan, dengan tiga di antaranya membuahkan gol.
Sejumlah catatan di atas membuat Barcelona bermain lebih efisien ketimbang Munich. Hal itu membuktikan penguasaan bola bukanlah segalanya dalam dunia sepak bola.
Meski begitu, pelatih Munich, Josep Guardiola, tetap menganggap strategi permainannya sudah tepat. Guardiola tetap mengagungkan penguasaan bola.
"Andak akan kesulitan jika tidak punya penguasaan bola melawan Barcelona. Rencana kami adalah memonopoli bola dan membuat mereka berlari. Tapi, kami tidak cukup dominan," ucap Guardiola. (har/har)