"FX (Hadi) Rudyatmo kan dari Solo yang tim Persis Solonya dulu berkompetisi di IPL. Sementara Saut H Sirait dulunya anggota Komite Etik PSSI yang dulu di bawah Arifin Panigoro," kata Tony saat dihubungi CNN Indonesia.
"Enam nama-nama tersebut dulunya pernah terlibat di LPI menandakan tidak netral," kata Tony. "Kalau mau netral, seharusnya pilih Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) saja."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu untuk nama Ridwan Kamil, Tony berkata bahwa Walikota Bandung tersebut tidak mengenal sepak bola dan hanya menjadi figur Persib saja.
Anggota Tim Transisi terdiri dari FX Rudy, Lodewijk Paulus, Ridwan Kamil, Eddy Rumpoko, Ricky yakobi, Bibit Samad Riyanto, Darmin Nasution, Cheppy T Wartono, Tommy Kurniawan, Iwan Lukminto, Francis Lukminto, Francis Wanandi, Saut h Sirait, Andre Darwis, Farid Husaini, Zuhairi Misrawi, Diaz Faizal Hendropriyono, dam Felix F. Wanggai," demikian dibacakan Imam Nahrawi.
Bagi Tony, Tim Transisi adalah bentuk intervensi pemerintah yang terlalu dalam. "Kalau begitu tinggal menunggu sanksi FIFA saja. Apalagi FIFA telah memberikan tenggat waktu untuk membereskan masalah ini."
Tony juga menyayangkan langkah yang diambil pemerintah karena menurutnya kali ini PSSI secara organisasi telah melakukan mekanisme yang benar.
"Kali ini beda dengan sebelumnya ketika Pak Nurdin Halid yang tidak mampu menyelenggarakan Kongres. Waktu itu kan Nurdin juga maju yang ketiga kali dan terkait kasus kriminal."
"Sekarang kan telah dilaksanakan secara benar dan diakui oleh FIFA dan AFC."
Meski Menpora telah mengumumkan Tim Transisi yang akan "mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten," PSSI sendiri tidak akan mengambil langkah drastis.
"Kami akan terus menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara dan pengadilan arbitrase." (vws)