Jamie Carragher menggoda Gerrard dengan mengatakan bahwa Gerrard pasti tak kuat menahan momen perpisahan dan menangis.
Menanggapi hal tersebut, Gerrard secara terus terang pada Sky Sports memang tak mau berjanji bahwa dia tidak akan menitikkan air mata di laga perpisahan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus sama-sama melihat apa yang terjadi nanti. Biasanya saya bukanlah sosok yang mudah menitikkan air mata saat mengalami suasana emosional."
Gerrard mengakui bahwa ia sudah tidak sabar untuk segera menjalani laga melawan Palace. Ayah dari tiga anak ini memiliki hasrat tinggi
"Saya ingin memenangkan pertandingan terakhir saya di Anfield dan jika mencetak gol maka itu jadi bonus bagi saya."
"Namun ketika pertandingan berakhir dan saya mulai mengucapkan selamat tinggal pada suporter, dimana saya tahu itu juga disiarkan ke seluruh dunia, itu akan menjadi momen yang sangat emosional, bukan hanya bagi saya dan keluarga saya," kata Gerrard.
"Saya yakin sejumlah suporter akan merasakan hal yang sama karena saya dan itu normal mengingat sudah 17 tahun berlalu sejak saya ada di sini."
Gerrard pun berjanji bahwa dirinya tetap akan berusaha tersenyum selama pertandingan berlangsung di Anfield nanti.
"Saya sangat senang bermain di sini, menyenangi tiap detik karir saya, dan bangga atas apa yang telah saya lakukan selama ini," ujar Gerrard.
"Saya akan tersenyum di pertandingan nanti namun pastinya bakal ada bagian dari diri saya yang terpukul dan bersedih karena segalanya akan berakhir." (ptr/ptr)