Namun, Gerrard tak mau langsung besar kepala atas dukungan-dukungan tersebut. Pria yang mengenakan nomor punggung delapan di Liverpool itu menyatakan dirinya tak ingin mendapatkan pekerjaan sebagai manajer karena reputasi, melainkan kualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama karier profesionalnya, Gerrard pernah merasakan dilatih Gerard Houllier, Rafael Benitez, Roy Hodgson, Kenny Dalglish, dan kini Brendan Rodgers.
"Saya memiliki tiga tahun yang fantastis bersama Brendan. Saya berharap seandainya bertemu dengannya di awal karier, saya merasa, saya akan mendapatkan lebih banyak trofi."
Selain itu Gerrard juga memuji para manajer Liverpool lainnya, termasuk Benitez yang mempersembahkan gelar Liga Champions bagi kubu Merseyside tersebut.
"Kenny sangat fantastis, dia merupakan idola ayah saya. Hodgson mungkin tidak terlalu berhasil di Liverpool, tetapi saya memiliki hubungan yang bagus dengannya," ujar Gerrard menambahkan.
"Saya memiliki pengalaman di Istanbul (Liga Champions 2005) bersama Rafa Benitez dan dia juga telah membuat saya lebih baik secara taktis."
Akhir pekan ini, Sabtu (16/5) malam WIB, Gerrard akan berjuang bersama Liverpool dalam pertandingan Liga Inggris untuk terakhir kalinya. Pasalnya mulai akhir musim, Gerrard telah mengikat kontrak dengan klub sepak bola asal Amerika, Los Angeles Galaxy.
Pada laga terakhir Gerrard di Anfield, Liverpool akan menghadapi Crystal Palace. (kid/kid)