Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil menjawab beban sebagai wakil di partai perdana lewat kemenangan 21-17, 21-18 hanya dalam tempo 28 menit.
"Kami sudah bersiap sejak awal karena kami tahu bahwa duel ini tidak akan berlangsung dengan mudah," tutur Ahsan seperti dikutip dari Badminton Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kecewa dengan hasil ini. Saya banyak melakukan kesalahan di lapangan dan ia bisa lebih cepat menguasai pertarungan di depan net," ucap Bellaetrix.
Jonatan mampu tampil lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia tak lagi tegang dan sukses mengeluarkan seluruh kemampuan yang ia miliki.
Salah satu momen hebat Jonatan adalah saat ia merebut sembilan angka beruntun ketika ia tertinggal 8-13. Hal itu membuat Jonatan sukses meraih kemenangan penting 21-12, 13-21, 21-16 dalam pertandingan yang berdurasi 1 jam 7 menit tersebut.
Kemenangan Jonatan membuat Indonesia benar-benar berada di atas angin karena pada awalnya Taiwan menargetkan bisa kembali mencuri poin di nomor tunggal putra.
"Saya bermain lebih berani, all out, dan tidak terlalu banyak berpikir soal menang-kalah," ucap Jonatan.
"Tentunya sangat menyenangkan bisa menyumbang poin bagi kemenangan Indonesia," katanya menambahkan.
Dengan keunggulan 2-1 di tangan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sukses tampil tanpa beban berlebihan saat menghadapi Hsieh Pei Chen/Wu Ti Jung. Alhasil, juara Asian Games 2014 itu hanya butuh 33 menit untuk menyudahi permainan ganda Taiwan dengan skor 21-14, 21-9.
Kemenangan ini pun mengantar Indonesia bertemu Tiongkok di babak semifinal. Dua tahun lalu, langkah Indonesia juga terhenti di tangan Tiongkok, ketika itu di babak perempat final, dengan skor 2-3.
(ptr/ptr)