Setelah mengalami musim pertama yang fantastis, Bale kini memang sering mendapatkan ejekan dari pendukung Real Madrid, terutama karena menyia-nyiakan peluang di depan gawang.
Menurut Carragher, hal ini tidak akan terjadi di tempat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyaksikan pertandingan ketika Real Madrid disingkirkan Juventus dari Liga Champions, saya melihat pemain yang lamban dan kurang percaya diri. 'Percikan' yang membuatnya sangat menarik untuk dilihat telah hilang," kata Carragher.
Ketidakefektifan ini pun telah berlangsung sepanjang tahun 2015. Menurut Carragher, hal ini juga diperparah dengan Ronaldo yang tak mungkin mengalah pada Bale.
"Selama Cristiano Ronaldo ada di sana untuk mencetak gol setiap laga dan juga mendominasi agenda, Bale selalu akan menjalani pertarungan yang tak mungkin ia menangkan -- tak peduli apapun yang ia lakukan, seperti mencetak 22 gol dan 17 assist di musim pertamanya."
"Ronaldo tak ingin dibayang-bayangi orang lain dan akan selalu menjadi pemain utama Real. Saya memang tak mengenalnya, tapi saya membayangkan ia tak pernah menjaga Bale di ruang ganti. Coba lihat saja ketika Bale mencuri gol darinya melawan Levante pada Maret lalu."
Carragher kemudian berkata bahwa Bale memiliki kepribadian yang pemalu dan juga membumi sehingga ia sempat mengalami kekagetan secara kultur ketika pindah ke Madrid. Apalagi klub raksasa Eropa tersebut selalu menuntut para pemainnya memenangkan gelar La Liga atau Liga Champions setiap tahun.
Karena itu, Carragher menyarankan agar Bale kembali ke Liga Inggris pada musim panas. ini.
"Memangnya siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari ketidakbahagiaan Bale?" kata Carragher. (vws)