Terkait hal itu, Ketua Tim Transisi sepak bola nasional Bibit Samad Rianto menghimbau PT Liga menemui pihaknya. Hal itu agar mendapatkan rekomendasi dari Kemenpora yang kemudian mendapat izin menggelar turnamen pramusim atau justru menjadi operator turnamen Piala Kemerdekaan yang digagas tim transisi untuk mengisi kekosongan kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia pada pekan lalu, 13 Mei 2015, diputuskan kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia dihentikan dan akan dimulai musim baru pada September mendatang.
Keputusan itu diambil setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI menetapkan menghentikan seluruh kompetisi sepak bola di tanah air pada 2 Mei lalu karena alasan force majeur. PSSI telah dibekukan Menpora pada lalu karena menolak rekomendasi terkait klub peserta ISL 2015.
Sehari sebelum Kongres PSSI, 18 April 2015, memutuskan La Nyalla Matalitti sebagai Ketua Umum yang baru, Menpora mengeluarkan surat tersebut dan meminta polisi serta pemerintah daerah tak memberi fasilitas kepada PSSI.
Untuk selanjutnya, pada 8 Mei 2015, Menpora mengumumkan nama-nama anggota Tim Transisi yang akan membenahi sepak bola nasional dan mempersiapkan Kongres PSSI selanjutnya. Bibit kemudian ditunjuk sebagai ketua tim Transisi.
Sementara itu PSSI melakukan perlawanan dengan menghentikan kompetisi dan melapor ke FIFA tentang situasi yang dialami sepak bola nasional. (kid/kid)