Xavi telah bergabung dengan akademi Barcelona sejak tahun 1991 saat dirinya berusia 11 tahun. Berangkat dari pemain akademi di La Masia, Xavi terus tumbuh hingga jadi bagian penting Barcelona di era 2000-an.
Dalam periode emas Barcelona di satu dekade terakhir, bukan hanya Lionel Messi yang berperan penting. Xavi juga memegang andil besar di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mimpi besarnya adalah mengakhiri karir di Barcelona, namun dia saat ini sudah berusia 35 tahun dan kemudian datang momen dimana ia berkata 'cukup' untuk karirnya di sini," tutur ayah Xavi, Joaquin Hernandez seperti dikutip dari ESPN.
"Momen ini juga tepat bagi Xavi untuk mempersiapkan diri sebagai pelatih di masa depan juga momen yang pas baginya untuk beristirahat sejenak," katanya melanjutkan.
Xavi sendiri pada musim ini sudah mulai kehilangan tempat di tim utama Barcelona sejak kedatangan Ivan Rakitic.
Bersama Barcelona di tingkat domestik, Xavi sudah memenangi delapan titel La Liga, dua titel Piala Raja, Enam titel Piala Super Spanyol.
Sedangkan di level kontinental dan internasional, Xavi menjuarai tiga Liga Champions, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antar Klub. (ptr/ptr)