Satu tahun lalu, Renzi telah berjanji untuk melakukan perubahan radikal pada sepak bola Italia setelah seorang penggemar sepak bola tewas tertembak di final Piala Italia. Namun reformasi yang ia janjikan tidak pernah terwujud.
Pada Selasa (19/5), polisi menahan 50 orang terkait kasus pengaturan skor di divisi ketiga dan juga di liga semi-profesional Italia. Di antara orang-orang yang ditangkap tersebut, terdapat manajer tim, pemain, dan juga seseorang yang diduga anggota kelompok mafia Calabrian yang telah mengatur lusinan pertandingan di seluruh Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berkata bahwa Italia harus mengikuti jejak langkah Britania Raya, Jerman, dan Spanyol, yang telah sukses mengakhiri aksi kekerasan suporter dan juga berinvestasi pada stadion sehingga keluarga tertarik untuk datang menyaksikan pertandingan sepak bola.
Tuduhan-tuduhan pengaturan skor telah mewarnai sepak bola Italia pada beberapa tahun terakhir. Komplotan kriminal juga semakin sering menggunakan sepak bola sebagai fokus pasar judi -- terbesar di Eropa -- dan juga menggunakannya sebagai cara untuk mendapatkan uang dan mencuci uang.
"Peristiwa di divisi tiga kami sangat memalukan," kata Renzi yang juga seorang pendukung tim Fiorentina.
Penyelidik mencurigai 28 pertandingan Divisi Tiga Lega Pro dan semi-profesional Serie D telah diatur hasilnya.
Tanpa menyebutkan nama, Renzi berkata bahwa sepak bola Italia harus menyingkirkan "karakter yang menggunakan cara-cara yang bisa dipertanyakan dalam memimpin sepak bola Italia di semua level." (vws)