Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan langsung menyatakan ketertarikannya terkait kompetisi kelas dunia itu. Pasalnya, kesempatan untuk menjadi tuan rumah ajang tersebut sangatlah terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional juga sengaja dipilih untuk mengumumkan rencana itu. "Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan untuk menginspirasi anak muda agar lebih taat dalam berlalu-lintas."
"Hari ini kita belum tanda tangan kontrak tapi kedua belah pihak sudah menyatakan ketertarikannya," ujar Arief dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Sordarman, di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5) petang WIB.
"Ini akan kita tuangkan dalam MoU dalam waktu tiga bulan mendatang," kata Arief melanjutkan.
Dalam kesempatan sama, CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan dapat menyelenggarakan ajang balap MotoGP tersebut.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan (oleh Indonesia) tapi dengan kerja keras semua pihak, maka tujuan ini akan tercapai," ujar Ezpelata. (vri/vri)