Simpson yang kini merumput bersama Leicester City ditahan pada 29 Desember lalu, setelah pihak kepolisian menerima laporan adanya tindakan kekerasan domestik yang dilakukan olehnya.
"Semua opsi hukuman, termasuk penahanan, masih terbuka," ujar hakim kota Manchester, Alexandra Simmons, seperti yang dilansir BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekerasan yang dilakukan Simpson sendiri terjadi ketika ia dan Stephanie Ward --ibu dari anak Simpson-- sedang menikmati makan siang setelah Simpson tampil bersama Leicester.
Peristiwa itu bermula pada saat kedua pasangan tersebut berdebat hebat yang berujung pada aksi Ward menghubungi nomor layanan darurat. Rekaman percakapan nomor darurat itu yang akhirnya menjadi bukti di persidangan.
Dalam rekaman selama delapan menit tersebut, terdengar kedua pasangan itu terlibat dalam perdebatan secara verbal dan fisik.
Petugas kepolisian yang datang untuk menanggapi panggilan darurat tersebut juga mengakui ia melihat Simpson sedang mencekik Ward, meski semua itu dibantah oleh Simpson.
Dalam argumen pembelaannya, Simpson menolak tuduhan melakukan kekerasan terhadap Ward dan menyatakan keributan terjadi akibat permintaan kekasihnya itu untuk dibelikan sepatu baru yang mahal, sebagai hadiah Natal.
"Saya pikir dia tidak pantas mendapatkan sepatu baru," ujar Simpson dalam pembelaannya. "Dia sedang duduk di sofa dan saya hanya mencoba untuk melepaskan sepatunya."
Namun argumen Simpson tersebut ditolak oleh pihak pengadilan, yang menganggap pernyataan pemain berusia 28 tahun tersebut 'tidak pantas untuk dipercaya'. (ptr/ptr)