"Tentunya sebagai seorang pembalap, jika Anda mengemudi lebih kencang yang mengakibatkan Anda harus mengisi bahan bakar, perubahan ini akan lebih baik. Jadi saya mengapresiasi ide itu," ujar Juara Dunia empat kali, Sebastian Vettel seperti dikutip Reuters, menjelang Grand Prix Monaco yang akan dilangsungkan Minggu (24/5).
Hal serupa juga dilontarkan oleh Juara Dunia 2009 Jenson Button, yang mengenang masa-masa ketika pembalap diperbolehkan mengisi ulang bahan bakar mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan dua juara dunia lainnya, Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton juga menyatakan persetujuan mereka mengenai ide kembali memperbolehkan para pembalap mengisi bahan bakar mereka sepanjang balapan berlangsung.
"Hal tersebut akan memancing imajinasi dalam hal strategi," ujar Alonso yang sudah dua kali jadi juara dunia ini.
"Perubahan itu akan membantu Anda di dalam balapan, jika Anda dapat memilih seberapa penuh tangki Anda di awal balapan."
"Hal seperti itu banyak membantu di masa lalu. Saya ingat mendapatkan beberapa posisi pole pada 2003, dengan mengisi tangki bahan bakar lebih sedikit dibandingkan yang lain, dan Anda dapat melihat apa yang terjadi," kata Alonso mengenang.
Sebuah Kesalahan
Namun Alonso juga menekankan, jika F1 kembali ke regulasi lama, maka itu sama saja F1 mengakui bahwa selama ini F1 telah melakukan kesalahan dengan melarang pengisian bahan bakar selama perlombaan berlangsung.
"Jika kembali (mengizinkan pengisian bahan bakar), kita akan kembali pada peraturan dari tujuh atau delapan tahun silam," ujar Alonso kritis.
"Hal tersebut berarti menunjukkan bahwa dalam empat atau lima tahun terakhir, kita telah berada di jalan yang salah."
Pelarangan pengisian bahan bakar selama balapan berlangsung sendiri efektif mulai dilarang pada musim balapan 2010 lalu, sebagai bagian dari usaha F1 untuk memangkas biaya balapan dan juga dengan alasan keamanan.
Namun salah satu bos tim balap F1, Mercedes, menyatakan mereka akan menolak ide tersebut, jika biayanya terlalu mahal.
"Jika itu terlalu mahal, maka kami tidak akan melakukannya," ujar Bos Mercedes Motorsport, Toto Wolff. (mar/ptr)