Pebalap asal Kanada tersebut pernah memenangkan gelar juara dunia pada 1997 dan pensiun dari dunia balapan pada 2006. Sepanjang kariernya, anak dari pebalap F1 Gilles Villeneuve itu belum pernah memenangkan GP Monaco.
"Membalap di Monaco sangat sukar," kata Villeneuve sebagaimana dikutip dari Reuters. "Anda tidak bisa tidur di malam hari karena selalu ada musik yang dimainkan di mana-mana hingga jam enam pagi hari."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Monaco memang seperti neraka."
"Monaco tidak seperti trek balapan modern lainnya, di mana sudut-sudut tikungannya didapatkan dari potongan karton," kata Villeneuve.
Di sesi latihan kedua pada Kamis (21/5) lalu, Lewis Hamilton menjadi pembalap tercepat. Ia mengemudikan mobilnya unggul 0,74 detik dari rekan setim di Mercedes, Nico Rosberg.
Namun, Rosberg sendiri akan sulit dikalahkan karena ia telah mengenal setiap tikungan di sirkuit tersebut dan pernah memenangkan GP Monaco dua kali.
"Di luar trek, memang kondisinya lebih sukar ketimbang balapan lain. Namun, treknya sangat menegangkan untuk dijajal," kata Rosberg yang besar di negara tersebut.
"Monaco membuat balapan sangat intens. Namun, sebagai penduduk lokal, saya tahu caranya jika menghindari orang-orang," kata pebalap asal Jerman yang ayahnya pernah memenangkan GP Monaco pada 1983. (vws)