Presiden FIFA, Sepp Blatter, tidak termasuk ke dalam deretan orang yang ditangkap, menurut sumber Bloomberg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jack Warner sendiri memiliki rekam jejak dalam tindak korupsi dengan ia berhenti dari FIFA pada 2011 setelah diselidiki karena membeli hak suara terkait proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia.
Selama kepemimpinan Blatter juga FIFA sering kali diselidiki karena masalah penipuan dan kasus suap. Namun, Blatter diprediksi akan terpilih sebagai presiden untuk yang kelima kalinya.
Tuduhan suap dan korupsi dalam proses pemilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi kasus paling besar selama sejarah organisasi tersebut. Beberapa petinggi FIFA pun meninggalkan organisasi itu setelah mereka terbukti melakukan tindakan tidak terpuji, termasuk di antaranya Mohamed bin Hammam, seorang pengusaha Qatar yang memimpin Konfederasi Sepak Bola Asia.
FIFA sempat meminta pengacara asal Amerika Serikat, Michael Garcia, melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Namun, setelah Garcia memberikan laporan, FIFA menolak mempublikasikannya dan hanya memberikan intisari laporan setebal 42 halaman. Setelahnya, Garcia pun mengundurkan diri dari Komite Etik FIFA sebagai bentuk protes. (vws)