Mundurnya Pahabol dari tim nasional Indonesia adalah buntut dari batalnya laga antara Persipura Jayapura, klub tempat Pahabol bernaung, dengan Pahang FA di Piala AFC.
Aji sendiri menyebutkan bahwa Pahabol juga merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada pada dirinya saat ini. Penyerang mungil yang lincah ini sendiri tidak terlihat dalam latihan hari Rabu yang digelar di Lapangan Sutasoma Halim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andai Pahabol tak bergabung dengan tim, maka Indonesia bakal mengalami dua kerugian sekaligus. Pertama, Indonesia bakal kehilangan manuver dan tusukan impresif yang dimiliki oleh Pahabol.
"Karena itu saya berharap mudah-mudahan permasalahan yang ada cepat selesai. Bila Pahabol tak bergabung dengan tim, maka kami akan berangkat dengan kekuatan 19 orang," kata Aji.
Tim Indonesia masih memiliki dua jadwal latihan sebelum berangkat, yaitu pada Kamis sore dan Jumat Pagi. Setelah itu, Tim Merah-Putih akan bertolak ke Singapura pada hari Sabtu (30/5).
Bidik Emas di Tengah Masalah
Tim Indonesia kali ini bakal berangkat dengan misi yang sama seperti senior-senior mereka di tahun-tahun sebelumnya, yaitu meraih medali emas. Indonesia sendiri terakhir kali meraih emas pada SEA Games 1991 di Manila.
"Persiapan tim sudah maksimal dan target kami adalah emas. Satu kendala yang ada adalah permasalahan antara PSSI dan Kemenpora yang bisa mengganggu semangat tim," ujar kapten Indonesia, Manahati Lestusen.
"Sejak babak penyisihan pertandingan yang kami hadapi sudah bakal berlangsung ketat. Kami harus fokus dan konsentrasi pada tiap pertandingan yang kami jalani," kata penyerang Indonesia, Yandi Sofyan. (ptr/ptr)