Cobus de Swardt, Direktur Umum Transparansi Internasional, mengkritik kepemimpinan Blatter dan meminta ia segera mengundurkan diri. De Swardt juga mengatakan bahwa tuntutan adanya praktek "korupsi sistematik" dalam tubuh FIFA menjadi pemicu organisasinya mengambil sikap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanda-tanda peringatan untuk FIFA telah ada sejak lama. Namun FIFA menolak untuk melakukan praktek dasar tata kelola organisasi yang bisa mengurangi risiko munculnya korupsi," demikian ujar De Swardt dalam pernyataan resmi yang diunggah di situs Transparansi Internasional.
"Pemilihan presiden [FIFA] tidak akan memiliki kredibilitas jika dinodai oleh tuntutan-tuntutan dari pihak yang memiliki kewenangan paling tinggi."
"Blatter harus turun dan pemilihan presiden harus menjadi era kepemimpinan baru FIFA. Di saat bersamaan, seluruh potensi konflik dan juga bayaran yang diterima Komite Eksekutif FIFA harus diungkap secara lengkap."
"Tangan mereka harus bersih dan harus terlihat bersih."
Pada 2022, Transparansi Internasional pernah mengunggah "Safe Hands" yaitu langkah-langkah yang harus diambil FIFA sebagai panduan tindakan anti-suap pada area yang berisiko tinggi, seperti:
- Pemilihan tuan rumah Piala Dunia
- Dukungan finansial bagi anggota federasi
- Pembayaran untuk para petinggi
- Kontrak sponsor dan televisi
- Distribusi dan penjualan tiket
- Pihak perantara yang mewakili FIFA
Baca Berita Selanjutnya: Sponsor-Sponsor FIFA Mulai Bersuara (vws)