"Sebenarnya, kalau ada pelaku korupsi ditangkap itu menyelamatkan sepak bola. Kami sambut baik penegakan hukum," kata Aristo. "Oknum merusak harus ditangkap dan diadili.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Aristo mewanti-wanti bahwa dalam kasus FIFA baru terjadi proses penangkapan dan belum ekstradisi sehingga harus "tunggu dulu prosesnya."
Sebelumnya, otoritas Swiss melakukan penangkapan terhadap pejabat-pejabat tinggi FIFA karena tuduhan korupsi dan kemudian akan mengekstradisi mereka ke Amerika Serikat. Tuduhan juga termasuk pencucian uang, penipuan, dan juga kejahatan terorganisir dengan kasus yang terentang hingga 20 tahun terakhir di tubuh FIFA.
Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti, dan Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, kini sedang berada di Swiss untuk menghadiri Kongres FIFA yang akan digelar besok (29/5) waktu setempat. Terkait tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada PSSI untuk segera menyelesaikan konflik dengan Menpora, Aristo mengatakan telah berkomunikasi dengan keduanya.
"Tadi kita BBM (Blackberry Messenger)-an, intinya kondisi kita sendiri masih agak gaduh dan banyak tekanan. Di sana lagi hangat soal itu (korupsi FIFA).
"Sekarang kondisi di sini bolanya ada di Pak Menteri. Kalau kami agendanya sudah banyak tapi kan tidak dapat berjalan.
"Salah satu agenda besok adalah status PSSI, tapi kami masih menunggu. Belum ada keputusan untuk menunda kongres FIFA yang harusnya digelar tanggal 29 Mei, jadi tunggu lah nanti tanggal 30 (WIB)," kata Aristo.
Baca Berita Selanjutnya: Kemenpora Katakan Mafia Bola Ada di Mana-Mana (vws)