Organisasi sepak bola Australia mengaku telah membayar uang tersebut sebagai bagian dari "kewajiban" mereka guna memenangkan persaingan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Dan FFA mengaku Warner telah menyalahgunakan uang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mersiades sendiri mundur dari tim pemenangan, satu tahun sebelum pengambilan suara dilakukan. ia mengaku tidak nyaman dengan strategi tim yang mengeluarkan uang banyak untuk mempengaruhi anggota FIFA.
Sementara itu Xenophon mengecam kepemimpinan Blatter di FIFA dan meminta pemungutan suara ulang terkait penunjukkan tuan rumah Piala Dunia 2022.
Di lain pihak, dalam kesimpulannya tahun lalu, Hakim Hans-Joachim menyatakan memang ada kesalahan dalam proses penunjukkan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun, lanjutnya, hal itu tidak cukup kuat untuk membuka kasus tersebut.
Tak lama setelah kesimpulan tersebut keluar, Garcia menyatakan mengundurkan diri. Ia mengaku kecewa lantaran hasil investigasinya diartikan dengan tidak semestinya.
Menurut berita yang dituliskan The Guardian, FFA menyatakan tak ada yang salah dalam perebutan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 itu. Pembayaran pada 2010 itu memang untuk pembangunan pusat olahraga di Kepulauan Karibia. (vri)