Namun, presiden PFA, Jibril Rahoub, justru memilih untuk membatalkan tuntutannya, setelah mendapatkan tekanan dari banyak pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap suatu hari warga Palestina, seperti warga negara lainnya dapat menikmati permainan sepak bola."
"Biarkan para politisi melakukan pekerjaannya di dunia politik. Marilah kita bekerjasama. Saya ingin kita saling bekerja sama dan mengatasi segala perbedaan," ujar Eini.
"Sepak bola merupakan jembatan menuju perdamaian. Saya meminta Anda untuk bergabung di panggung dan berjabat tangan dengan saya," ujar Eini melanjutkan.
Rajoub pun maju ke panggung dan menyalami Eini sambil bertatapan mata, dan disertai tepuk tangan dari anggota kongres FIFA lainnya.
Sempat dilakukan pemungutan suara mengenai tuntutan PFA, yang 90 persen suara akhirnya mendukung IFA tetap menjadi bagian dari FIFA.
Sebelumnya, di awal pembukaan kongres, seorang pemrotes asal Palestina sempat mengganggu jalannya pidato presiden FIFA, Sepp Blatter. Sang pemrotes mengibarkan bendera Palestina di dalam ruang kongres. (har/har)