Neville kemudian menyadari bahwa beberapa wacana yang ada untuk mendongkel Blatter dari singgasananya tidak cukup kuat untuk dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah semua itu selesai, bagikan uang dengan adil sesuai ketentuan yang ada," tutur Neville menjelaskan.
"Pada akhirnya sponsor akan dengan sukarela masuk dan begitu juga dengan TV yang dengan sukarela menyiarkan."
"Publik (suporter) pun begitu. Mereka menolak FIFA, berteriak lantang menginginkan perubahan namun pada akhirnya pergi juga menonton Piala Dunia karena turnamen itu begitu sayang untuk dilewatkan," tutur Neville.
Karena itu bagi Neville, satu-satunya cara untuk bisa mengakhiri dominasi Blatter adalah dengan gerakan persatuan para pemain.
"FIFA dan Blatter tidak akan ada artinya tanpa kehadiran pemain. Gerakan ini butuh persatuan dari seluruh pemain," tutur mantan bek Manchester United ini.
"Bayangkan bila Ronaldo dan Messi, pemain terbaik saat ini tidak ada dalam gelaran Piala Dunia. Sponsor dan TV pun mungkin akan terpengaruh oleh hal ini."
"Namun tentunya gerakan ini tidak bisa berjalan hanya dengan tekad seorang individu pemain saja. Butuh kekuatan bersama."
"Mungkin satu-satunya cara untuk menyingkirkannya adalah para pemain bersatu dan memilih untuk tidak bermain dalam turnamen yang ada di bawah FIFA. Jika itu terjadi, maka Blatter akan selesai," ujar Neville. (ptr/ptr)