"Jack Warner, petinggi FIFA yang menjalani penahanan di Trinidad mengatakan jika ia (Warner) dinyatakan bertanggung jawab, mengapa ia (Blatter) tidak ditahan juga?" kata Macdonald seperti dikutip dari Sky Sports.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria yang menjabat jaksa terbaik pada 2003 dan 2008 itu, korupsi di FIFA sangat luas cakupannya dan mencapai angka yang sangat besar. Ditambahkan Macdonald, dengan angka yang begitu besar, sangat mustahil Blatter sebagai presiden tak mengetahui kasus ini.
Seorang petugas Swiss yang tak disebutkan namanya telah meminta Blatter tak meninggalkan negara itu. Harian Sunday Times bahkan sudah menuliskan Blatter sebagai salah satu saksi kunci, sekaligus tersangka dalam kasus korupsi yang membelit otoritas sepak bola dunia itu.
Sebuah tim bernama "Operasi Darwin" sedang menyelidiki dan melakukan interogasi terhadap semua anggota dewan eksekutif FIFA yang terlibat dalam penunjukkan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Tim ini juga melebarkan penyelidikannya ke gelaran sepak bola terbesar di dunia untuk tahun 2018 dan 2022.
Hingga saat ini, Blatter sendiri masih mengaku tidak mengetahui kasus yang membelit dewan eksekutifnya. Ia bahkan menyalahkan pihak pesaing yang telah memfitnahnya. (vri)