Pada hari tersebut, hakim memerintahkan penahanan Nicolas Leoz (86), yang sedang menjalani perawatan medis terkait hipertensi di sebuah klinik yang ia miliki di ibukota Paraguay, Asuncion. Sebelum hakim memberikan perintah, seorang dokter dari pengadilan Paraguay memeriksa Leoz di hadapan hakim. Leoz lalu dipindahkan ke kediamannya di bawah pengawasan polisi.
"Ia (Leoz) ditangkap. Ada mobil patroli di luar rumahnya," kata komisioner kepolisian setempat, Clemente Espinola, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total sembilan pejabat sepak bola dan lima eksekutif media dan promosi olahraga dituduh Amerika Serikat terlibat dalam lebih dari 150 juta dolar uang suap, atau sekitar 1,9 triliun rupiah, pada turnamen-turnamen di zona CONCACAF dan CONMEBOL.
Sementara permintaan ekstradisi masih dalam proses, Hakim Humberto Otazu memutuskan bahwa Leoz tidak harus ditahan dalam penjara mempertimbangkan usia Leoz yang sudah lanjut. Hukum di Paraguay mengatakan terdakwa di atas 70 tahun tidak boleh di penjara.
Leoz memimpin CONMEBOL selama 27 tahun dan mengundurkan diri pada tahun 2013. Dia juga merupakan anggota dari badan pemerintahan komite eksekutif FIFA selama lebih dari satu dekade. (vws)