Pada 1995-2003, lulusan INSEAD, sebuah kampus bisnis ternama di Eropa, Asia, dan Timur Tengah ini duduk di beberapa posisi penting yang membawahi bidang keuangan di Roche Holding AG. Setelah Roche Holding AG, Syngenta AG sempat "menikmati" kemampuannya dengan menempatkan Scala sebagai direktur keuangan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan pada 2011, hingga kini, pria yang juga meraih gelar sarjana dari Universitas Basel ini berhasil menduduki jabatan wakil presiden dan ketua komite audit di Basilea Pharmaceutica AG.
Hobinya bermain bola itulah yang membawanya bisa bersinggungan dengan FIFA. Meski belum diketahui sejak kapan ia bergabung dengan FIFA, namanya sempat disebut-sebut menentukan sejauh mana laporan penyelidikan Michael Garcia terkait korupsi di tubuh FIFA, harus dibahas.
Latar belakang keuangan yang dimiliki Scala, kini diharapkan dapat membantu memperbaiki FIFA dari skandal korupsi yang disebut pihak jaksa Amerika Serikat sudah berlangsung lebih dari 20 tahun itu. (vri)