Blatter merupakan presiden kedelapan yang menjadi presiden FIFA sejak otoritas sepak bola tertinggi dunia itu terbentuk pada 111 tahun yang lalu.
Dalam 54 tahun terakhir, hanya ada tiga presiden yang memimpin FIFA: Stanley Rous dari Inggris (1961-1974), Joao Havelange (1974-1998) dan Blatter (1998-kini).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Reuters, berikut ini adalah sejumlah nama yang berpeluang menjadi kandidat dalam kongres FIFA:
Michael Platini merupakan salah satu wakil Sepp Blatter di FIFA saat ini. (REUTERS/Denis Balibouse) |
Platini bahkan sempat mengancam UEFA akan keluar dari keanggotaan FIFA jika Blatter kembali terpilih sebagai presiden pada kongres akhir pekan lalu.
2. Pangeran Ali bin Al Hussein
Pangeran asal Yordania itu menjadi satu-satunya orang yang berani menantang Blatter pada pemilihan presiden FIFA akhir pekan lalu. Pangeran Ali memutuskan mundur setelah kalah suara di putaran pertama pemilihan.
Sama seperti Platini, Pangeran Ali merupakan salah satu tokoh sepak bola dunia yang menyerukan perubahan di tubuh FIFA.
3. Jerome Champagne
Jerome Champagne gagal mendapatkan dukungan dalam kongres FIFA 2015. (Dok. Wikimedia/Tine Harden) |
4. Wolfgang Niersbach
Eks jurnalis olahraga yang saat ini menjabat sebagai presiden asosiasi sepak bola Jerman (DBF). Niersbach adalah salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA saat ini dan dianggap sebagai reformis modern FIFA.
5. Domenico Scala
Domenico Scala sudah menjadi bagian FIFA sejak 2012. (REUTERS/Ruben Sprich) |
Scala telah ditunjuk Blatter untuk memimpin digelarnya KLB FIFA. Namun, bukan tidak mungkin Scala juga akan mencalonkan diri.
6. Jerome Valcke
Nama Sekjen FIFA ini juga disebut-sebut menjadi salah satu kandidat. Namun, dengan citranya yang dianggap sebagai orang kepercayaan Blatter, sulit bagi Valcke untuk menjadi kandidat yang terpercaya. (har/har)
Michael Platini merupakan salah satu wakil Sepp Blatter di FIFA saat ini. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jerome Champagne gagal mendapatkan dukungan dalam kongres FIFA 2015. (Dok. Wikimedia/Tine Harden)
Domenico Scala sudah menjadi bagian FIFA sejak 2012. (REUTERS/Ruben Sprich)