Pada game pertama, Anthony selalu berada dalam tekanan lawan. Lewat permainan cepat, Srikanth sukses memaksa Anthony tak bisa mengembangkan permainan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada game pertama, saya cukup terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Srikanth. Tapi, setelah itu saya coba untuk melakukan perubahan strategi," tutur Anthony.
Selain perubahan strategi, Anthony juga mengaku mendapatkan peringatan dari sang pelatih, Hendry Saputra.
"Pelatih mengingatkan saya untuk tidak tegang dan tidak takut. Orang yang seharusnya merasa takut adalah Srikanth karena dia yang lebih diunggulkan," tutur Anthony.
Dengan keberhasilan Anthony, maka atlet 18 tahun itu menjadi pebulutangkis tunggal putra Indonesia pertama yang mampu lolos ke babak perempat final.
Di babak perempat final, Anthony bakal bertemu pemenang duel antara wakil Jepang, Kento Momota, melawan Hu Yun asal Hong Kong.
"Saya harus tetap optimistis dan berusaha sebaik mungkin di lapangan," ujar Anthony.
Hendri sendiri mengaku puas dengan lolosnya Anthony ke babak perempat final.
"Bibit-bibit yang dimiliki Indonesia bagus dan berpotensi memiliki banyak pemain andalan di masa depan. Untuk saat ini mindset yang perlu ditanamkan kepada para pemain muda ini adalah mereka harus percaya diri," papar Hendri. (har/har)