Berpasangan dengan Fu Haifeng di ganda putra dan Zhao Yunlei di ganda putri, Zhang Nan sukses meredam keganasan Ahsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memiliki ambisi yang tinggi. Itulah yang menuntun saya untuk bekerja keras dan berlatih lebih keras," ujar Zhang Nan.
Sementara kehebatan Zhang Nan di nomor ganda putra adalah hal yang makin mencuatkan status Zhang Nan sebagai salah satu pemain ganda berbakat yang pernah ada.
"Dengan adanya Zhang Nan, dia sukses mengatur ritme permainan saat bersama Fu Haifeng. Ia lebih muda dari Cai Yun (pasangan Fu Haifeng sebelumnya), sehingga ia lebih bertenaga," tutur Hendra
"Tidak hanya itu, Zhang Nan juga mampu melapis dan membantu Fu Haifeng di lapangan," kata pelatih ganda putra Herry IP menimpali.
Hal lainnya yang membuat banyak decak kagum pada Zhang Nan adalah daya tahan tubuhnya yang luar biasa. Di babak semifinal Indonesia Terbuka, Zhang Nan mampu bermain di dua partai ketat, melawan dua andalan Indonesia, yang hanya berjarak empat jam.
"Memang dua pertandingan yang saya lalui hari ini sangat sengit," ujar Zhang Nan mengakui hal itu.
Jika tak cepat ditemukan solusi untuk meredam kehebatan Zhang Nan, maka bisa jadi ambisi Indonesia untuk merebut titel-titel penting di masa depan bisa terhenti di tangan Zhang Nan, termasuk yang terdekat di Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. (ptr)