Bahkan gol Rakitic di menit keempat itu lahir dari sebuah skema serangan apik, yang melibatkan seluruh pemain Barcelona minus penjaga gawang, Marc-Andre Ter Stegen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pemain asal Brasil itu kemudian memberikan bola pendek kepada Andres Iniesta yang menerobos kotak penalti. Iniesta pun memberikan bola kepada Rakitic yang dengan tenang menaklukkan Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang Juventus.
Buffon sempat mengetip bola tendangan Rakitic tersebut. Namun usaha penjaga gawang veteran Italia itu masih belum cukup untuk menggagalkan gol tercepat keempat dalam sejarah final Liga Champions tersebut.
Selain berhasil mencetak gol dari sebuah skema serangan yang cantik itu, Rakitic juga mencatatkan namanya dalam sejarah Kroasia, dengan menjadi pemain kedua negeri Balkan tersebut, yang mampu mencetak gol di partai final Liga Champions setelah Mario Mandzukic.
Gol tersebut juga membuat Rakitic merupakan pemain kelima dari negara-negara Balkan (Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Makedonia, Montenegro, Rumania, Serbia, dan Slovenia) setelah Velibor Vasovic (Serbia), Dejan Savicevic, Predrag Mijatovic (Montenegro), dan Mandzukic (Kroasia).
Tak hanya itu, Rakitic juga merupakan pemain pertama sepanjang sejarah sepak bola Eropa, yang mampu meraih Liga Eropa dan Liga Champions secara berturut-turut, bersama klub yang berbeda.
Pada musim lalu bersama Sevilla, Rakitic berhasil merengkuh trofi Liga Eropa setelah mengalahkan Benfica di partai puncak, sebelum pindah ke Barcelona dan meraih Liga Champions 2015. (vri/vri)