Wawrinka, petenis yang datang ke Perancis Terbuka sebagai unggulan ke delapan, kini mengantongi dua gelar grand slam, dengan sebelumnya mendapatkan gelar Australia Terbuka 2014.
Wawrinka yang telah lama tinggal di bawah bayang-bayang rekan senegaranya, Roger Federer, memikat hati penonton Roland Garros dan membuat mereka terkesima dengan pukulan keras dari berbagai sudut lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memainkan pertandingan terbaik dalam hidup saya, ini sangat sulit untuk dipercaya. Bermain melawan Novak adalah salah satu tantangan terbesar karena saya tahu betapa ia ingin memenangi Roland Garros," ujar Wawrinka seusai pertandingan.
Pada pertandingan tersebut, Wawrinka menggunakan backhand satu tangannya untuk menjinakkan DJokovic. Ia mendapatkan kemenangan dengan match point keduanya, dan juga angka ke-60, dengan mengirimkan bola menggunakan backhand.
Kemenangan Wawrinka ini membuat Djokovic mengakhiri rentetan 28 kemenangan beruntun. Petenis Serbia itu tampil datar dan tidak menunjukkan permainan terbaiknya, setelah tampil tiga hari berturut-turut karena partai semifinalnya dengan Andy Murray harus dilaksanakan dalam dua hari karena dipotong cuaca buruk.
Selain itu, kemenangan ini juga menghentikan Djokovic menjadi petenis pria pertama dalam 23 tahun terakhir yang memenangkan Australia Terbuka dan Perancis Terbuka dalam satu tahun kalender -- terakhir kalinya terjadi adalah ketika Jim Courier melakukannya pada 1992. (vws)