Indonesia selalu tertinggal lebih dulu di empat partai awal ketika Malaysia mampu memaksimalkan keunggulan kekuatan tunggal putra lewat Chong Wei Feng dan Lee Chong Wei.
Wei Feng mengalahkan Jonatan Christie dengan skor 21-18, 13-21, 21-15, sedangkan Chong Wei mampu menaklukkan Firman Abdul Kholik, 21-19, 21-10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berlanjut ke partai penentuan, Ihsan tampil menghadapi Mohammad Arif Abdul Latif. Pada game pertama, Ihsan sukses menguasai ritme permainan dan membuat Arif tak berdaya dengan smash-smash keras miliknya. Alhasil, Ihsan pun dengan mudah memenangkan game pertama dengan skor 21-12.
Di saat tim Malaysia mulai yakin Arif mampu memaksakan terjadinya rubber game, Ihsan berhasil menunjukkan tekad pantang menyerah yang ia miliki.
Pada momen terdesak seperti inilah, Ihsan justru terlihat tampil lebih tenang dan rileks. Ia mengumpulkan poin demi poin dan perlahan mendekati angka Arif. Di lain pihak, Arif justru makin tertekan dan dengan mudah membuat kesalahan.
Ihsan akhirnya sukses memaksakan terjadinya deuce dan sebuah adu netting yang ia menangkan membuat ia mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 22-20 sekaligus memastikan tiket final menjadi milik Indonesia.
Pada babak final nanti, Indonesia akan menghadapi Thailand yang mampu menaklukkan tuan rumah Singapura di babak semifinal dengan skor 3-2.
Sayangnya langkah tim beregu putra ke babak final tidak diiringi oleh tim beregu putri. Di sektor beregu putri, Indonesia harus rela dengan raihan medali perunggu setelah kalah 1-3 dari Malaysia di babak semifinal pada Kamis siang. (ptr/ptr)