Pemain berusia 20 tahun itu menjadi pemain kunci di lini tengah dan telah menghasilkan empat gol selama bermain pada Sea Games kali ini.
Evan Dimas membuktikan bahwa daya magisnya bukan hanya berlaku di tim nasional U-19, melainkan juga masih mujarab saat ia naik level ke tim nasional U-23 saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sihir terakhir diperlihatkan oleh Evan Dimas, saat Indonesia berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Sea Games, Singapura, 1-0, Kamis (11/6).
Sebelum pertandingan antara kedua tim ini, pelatih Singapura, Aide Iskandar, juga mengakui sosok Evan Dimas akan menjadi masalah bagi tim asuhannya.
"Indonesia memiliki pemain sayap yang cepat dan juga pemain dengan teknik yang baik. Namun tentu saja kami harus mewaspadai pemain nomor punggung enam mereka, Evan Dimas, yang sedang dalam performa baik," kata Aide dalam sesi jumpa wartawan pada Rabu (10/6).
"Ia adalah pemain yang harus kami perhatikan."
Dan benar saja, sepanjang pertandingan Evan Dimas mendapatkan kawalan ketat dari para pemain Singapura, termasuk beberapa tekel keras untuk menghentikan laju pemain muda tersebut.
Namun satu momen berhasil didapatkan --dan dimanfaatkan-- oleh Evan Dimas untuk mengantarkan Indonesia menuju semifinal Sea Games 2015.
Keberhasilan timnas Indonesia ini sendiri menjadi hiburan bagi pecinta sepak bola tanah air, mengingat Indonesia baru saja mendapatkan sanksi dari FIFA sehingga tidak dapat berpartisipasi di pertandingan internasional.
Lewat pencapaian tim muda Indonesia dan penampilan apik Evan Dimas, publik Indonesia boleh saja berharap akan medali emas perdana cabang olahraga sepak bola sejak 1991 sekaligus masa depan sepak bola yang lebih cerah. (ptr/ptr)