Bagi timnas Chile, seperti dikutip dari BBC, itu adalah gol penalti pertama Chile sejak ajang Copa America pada 1991 silam. Tendangan penalti yang dieksekusi Vidal pada 11 Juni waktu setempat atau Jumat (12/6) pagi WIB itu diberikan wasit Nestor Pitana setelah gelandang Juventus itu dijatuhkan gelandang Ekuador, Miller Bolanos di dalam kotak terlarang.
Selain itu, kemenangan Chile atas Ekuador pada pertandingan pertama Copa America 2015 menjadi kemenangan yang kesebelas di ajang Copa America. Seperti dikutip Opta, Chile telah mencetak 43 gol ke gawang Ekuador sepanjang sejarah turnamen tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berlaga di tanah sendiri, Chile saat ini seolah dihuni generasi emas sepak bola. Di bawan mistar gawang ada Claudio Bravo yang mengawal gawang Barcelona sehingga menjuarai La Liga musim ini. Kemudian di bagian pertahanan ada bek Internazionale Gary Medel yang berpasangan dengan bek Mainz 05, Gonzalo Jara, serta rekannya di Juventus, Mauricio Isla
Di skuat inti lini tengah, Vidal didampingi gelandang bertahan HSV, Marcelo Diaz serta gelandang klub Brasil, Internacional, Charles Aranguiz. Di bagian penggedor, ada penyerang terbaik Juara Piala FA 2014/2015, Arsenal, Alexis Sanchez.
"Ini adalah momen bagi kami. Kami memiliki sebuah tim yang hebat dan ingin mewujukan ini,"ujar Vidal."Kami telah mencapai level yang sama dengan favorit lainnya dan kami memiliki keuntungan di rumah sendiri."
Pada laga melawan Ekuador pagi ini, Chile mendominasi pertandingan. Sanchez pun berkali-kali merepotkan pertahanan Ekuador, termasuk menciptakan satu assist untuk gol kedua yang dicetak pemain pengganti, penyerang sayap Eduardo Vargas.
Secara keseluruhan Chile menguasai 66 persen bola, melepaskan 10 tembakan--empat on target. Sementara itu, Ekuador menguasai 34 persen, melepas tujuh tembakan dan hanya satu on target. (kid/kid)