Indonesia sendiri tak dapat berpartisipasi di ajang sepak bola internasional, setelah FIFA memberikan sanksi pada PSSI akhir Mei lalu. Salah satu ajang yang tidak bisa diikuti Indonesia adalah kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19 2016 yang undiannya berlangsung di markas AFC, Malaysia, pada Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi hal tersebut, Fachry menuntut solusi yang akan diberikan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku pihak yang ditengarai menyebabkan jatuhnya sanksi FIFA.
Fachry sendiri menyatakan dirinya akan memberitakan kabar ini secara pribadi kepada 52 pemain yang ia bina.
Namun, menurutnya, kekecewaan anak-anak yang bergabung bersama timnya mungkin tidak akan pernah terobati. "Mereka (Kemenpora) bisa mengecewakan saya, tapi mereka tidak akan dapat termaafkan oleh 52 anak yg telah kami persiapkan jauh jauh hari ini," ujar Fachry menambahkan.
(vws)