Menghadapi Thailand yang memiliki skuat yang lebih berpengalaman, para pemain muda Indonesia kembali menunjukkan tekad kuat mereka untuk menang. Dua nomor ganda jadi kunci keberhasilan Indonesia bertahan dari keunggulan Thailand di dua nomor tunggal lewat Tanongsak Saensomboonsuk dan Boonsak Ponsana.
Indonesia memang dua kali tertinggal di babak final kali ini, 0-1 dan 1-2 setelah Jonatan Christie dan Firman Abdul Kholik gagal membuat kejutan atas Tanongsak dan Boonsak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dua ganda Indonesia, Angga Pratama/Ricky Karanda dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya mampu menjawab tanggung jawab untuk menyumbangkan poin.
Pertandingan Indonesia lawan Thailand kemudian mencapai klimaks di partai kelima. Ihsan sempat membuang peluang untuk memenangkan game pertama saat berhadapan dengan Suppanyu Avihingsanon. Sempat mendapat game point pada angka 20-18, Ihsan malah akhirnya kalah 20-22.
Namun, beruntung bagi Indonesia, mental Ihsan tidak jatuh lantaran kekalahan menyakitkan di game pertama. Ihsan malah mengamuk di dua game selanjutnya. Ihsan benar-benar dominan di game kedua dan ketiga dengan kemenangan 21-16, 21-9.
Kemenangan ini sendiri menjadi sebuah jawaban manis dari pertaruhan yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), ketika mereka memutuskan untuk tidak memanggil pemain senior macam Simon Santoso dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk SEA Games kali ini. (ptr)