Sebelum resmi kembali ke Stadion Emirates, pemain Jerman keturunan Polandia telah lebih dulu memberi ultimatum kepada klub meriam London tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dipinjamkan ke Inter, Podolski sendiri gagal mendapatkan kesempatan bermain bersama tim inti Arsenal. Ia pun sempat beberapa kali ingin hengkang.
"Saya tidak ingin bermain di klub lain (di Bundesliga) untuk menghormati suporter Koeln," ujar Podolski menambahkan. "Tetapi saya akan terus bermain sepak bola hingga akhir hayat saya."
Seruan Oezil untuk Pemain Jerman
Rekan setim Podolski di Arsenal, Mesut Oezil, berharap pemain yang dikenal dengan tendangan kaki kirinya itu untuk bertahan di klub London tersebut. Bahkan menurut Oezil, Podolski merupakan sosok yang menyenangkan di ruang ganti.
"Poldi merupakan sahabat yang hebat, yang selalu mendorong rekan-rekannya dan sering bercanda," ujar Oezil kepada Bild.
Namun tak hanya mengomentari Podolski. Oezil juga berseru pada rekan-rekannya di tim nasional Jerman untuk mencoba atmosfer kompetisi di Liga Primer Inggris.
"Liga Primer merupakan liga terbaik di dunia. Tak hanya satu atau dua klub yang bersaing memperebutkan gelar juara, tetapi bisa sampai tiga sampai empat tim," ujar Oezil melanjutkan.
"Semua bisa saling mengalahkan dan lawan juga tidak akan menyerah meski telah tertinggal 0-3. Liga ini sangat menantang, baik secara fisik maupun taktis. Saya pikir pemain seperti Mats Hummels dan Benedikt Hoewedes berpotensi meraih sukses di sini."
Hummels sendiri diketahui telah menjadi incaran lama salah satu klub elit Liga Primer Inggris, Manchester United. Sedangkan Hoewedes, konon, diminati Arsenal yang bersiap menggelontorkan 17 juta euro untuk mendapatkan tandatangan pemain berusia 27 tahun tersebut. (vri/vri)