Vuoso pun kemudian tanpa kesulitan berarti berhasil menaklukkan Claudio Bravo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meksiko kembali mengejutkan Chile di menit ke-29. Proses gol kedua Meksiko ini hampir mirip dengan proses gol pertama Chile ke gawang mereka.
Kembali tertinggal 1-2 membuat Chile terus menggencarkan tekanan ke gawang Meksiko. Setelah berkali-kali gagal, gol penyama kedudukan akhirnya datang di menit ke-42, lagi-lagi lewat sundulan kepala.
Vidal yang mendapat bola di sisi kiri pertahanan Meksiko dengan jeli mengirim upmpan kepada Eduardo Vargas. Vargas kemudian meneruskan umpan tersebut dengan sebuah sundulan ke pojok gawang.
Setelah imbang 2-2, Chile seperti mendapat angin kemenangan saat mereka akhirnya berhasil unggul untuk pertama kalinya di pertandingan ini. Chile mendapat penalti di menit ke-55 dan Vidal yang maju sebagai algojo berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Usai unggul, Chile tak juga melepaskan tekanan mereka dari Meksiko. Namun ternyata justru Meksiko yang berhasil mencuri gol penyama kedudukan pada menit ke-66.
Vuoso sukses lepas dari jebakan offside pemain Chile dan berlari menyongsong umpan akurat dari Aldrete. Berhadapan satu lawan satu dengan Bravo, Vuoso cukup tenang dan berhasil menceploskan bola ke dalam gawang.
Dengan kedudukan 3-3, tensi pertandingan makin meninggi. Chile makin agresif mencari gol kemenangan namun mereka selalu gagal, termasuk saat gol Alexis Sanchez dianulir wasit lantaran Sanchez dianggap sudah ada dalam posisi offside.
Hasil seri ini membuat persaingan di grup A makin ketat. Chile memimpin klasemen dengan nilai 4 namun mereka memiliki nilai sama dengan Bolivia. Meksiko sendiri masih ada di peringkat ketiga dengan koleksi dua poin sedangkan Ekuador jadi juru kunci lantaran selalu kalah di dua pertandingan yang mereka jalani. (ptr/ptr)