Perolehan poin Hanna dan Busanan terus berimbang hingga kedudukan 12-12. Namun setelah itu, Busanan sukses lepas dari tekanan Hanna setelah Hanna banyak melakukan kesalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada game kedua, strategi Hanna berjalan lebih baik. Defense Hanna yang makin solid membuat Busanan frustasi di awal game kedua.
Sayangnya, momentum bagus yang tengah dipegang Hanna tidak berhasil dipertahankan. Setelah interval, Hanna justru kehilangan ritme permainannya.
Perolehan poin yang didapat Busanan membuat Hanna jadi tertekan. Hal ini mendorong Hanna untuk bermain lebih agresif yang malah membuatnya jadi sering melakukan kesalahan seperti melakukan pukulan yang terlalu melebar ataupun smash yang menyangkut di net.
Busanan sendiri kemudian merespon hal ini dengan terus memancing Hanna untuk menyerang. Busanan tak lagi seagresif game pertama namun ia kemudian justru meraih poin demi poin.
Dalam sekejap, Busanan pun langsung berbalik unggul 17-11 dan tanpa kesulitan berarti mengakhiri pertandingan dengan skor 21-12.
Meski kalah, pencapaian Hanna berupa medali perak nomor tunggal putri merupakan sebuah pencapaian yang memuaskan. Hal ini tak lain lantaran Hanna adalah pemain pengganti yang tadinya tidak masuk dalam proyeksi meraih medali.
Selain itu, target medali yang dibebankan PBSI bagi nomor tunggal putri hanyalah medali perunggu. (ptr/ptr)