Dikelilingi pemain-pemain hebat yang tak kalah dengan materi tim Barcelona, Messi ternyata tak bisa sepenuhnya menyatu dengan Sergio Aguero, Angel Di Maria, dan Javier Pastore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktis, aksi Messi yang paling terlihat di pertandingan ini adalah saat ia mengirimkan umpan ke Sergio Aguero di babak pertama namun sayangnya sundulan Aguero gagal menjadi gol, dan tendangan Messi hasil kolaborasinya dengan Carlos Tevez yang berhasil ditepis oleh Fernando Muslera.
Salah satu indikasi frustasinya Messi bisa dilihat dari caranya merespon pelanggaran yang dilakukan pemain-pemain Uruguay terhadapnya. Messi tampak marah-marah dan kehilangan ketenangannya setiap kali dilanggar.
Ini jelas berbeda dengan apa yang ia tampilkan di Barcelona ketika ia jarang melakukan protes berlebihan saat dilanggar lawan.
Faktor Kapten
Fakta bahwa Messi tak bisa bermain dalam kemampuan terbaiknya saat laga lawan Uruguay bisa jadi karena dirinya menanggung beban berlebihan setiap kali berkostum Argentina.
Selama ini ia selalu dituntut untuk bisa membawa Argentina juara sebagaimana layaknya ia membawa Barcelona berjaya. Beban itu kemudian ditambah ban kapten yang melingkar di lengan Messi sehingga beban yang dirasakan bisa jadi berlipat.
"Saya berada dalam kondisi lebih bagus dibandingkan dengan saat persiapan Piala Dunia tahun lalu," ucap Messi sebelum Copa America dimulai.
Hal inilah yang harus dibuktikan Messi di pertandingan Argentina selanjutnya, terlebih setelah ini turnamen akan memasuki fase krusial. (ptr/ptr)