Gunawan menyebut nama JS (Sam) dari Malaysia sebagai dalang dari pengaturan skor dan orang "yang merusak sepak bola Indonesia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka profesional, selalu kasih cash. Sam sangat piawai sekali," tutur Gunawan. "Setiap pertandingan, dia selalu ada. Orangnya kumisan."
Gunawan juga mengaku sempat mengontak salah anggota Exco PSSI tahun 2013. "Saya bilang, 'Bang tolong panggil manajer dari Purwodadi (yang diduga terlibat pengaturan skor),'. Sampai tiga kali saya minta, tapi tidak ada respons."
"Kalau mau benahi (sepak bola Indonesia) ayo bareng-bareng membenahi," katanya.
Sementara itu, soal ciri-ciri pertandingan yang diatur ia mengatakan bahwa, "Perhatikan, biasanya kalau diatur, gol-gol terjadi di atas menit ke-20, terus menit ke-80 sampai 90."
Sementara itu, Agus pun mengaku pernah merasakan hal sama seperti Gunawan semasa ia melatih. "Saya menyadari ada pengaturan. Saya tidak mau ikut. Meski saya dimaki satu stadion, saya terima.
"Saya menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi," ucapnya.
Catatan Redaktur: Tulisan dikoreksi pada 20:33 WIB untuk memperbaiki kesalahan judul. Hanya Gunawan yang menyatakan bahwa satu pertandingan dibayar Rp 400 juta untuk pengaturan skor, bukan pada kasus lain. (vws)