Satu-satunya hal tersisa bagi Slice adalah mengalahkan para jagoan UFC dan menasbihkan dirinya sebagai juara. Namun, hanya dalam waktu 14 detik saja, Slice menyadari bahwa menjadi jawara UFC tak semudah yang terlihat di atas kertas. Hanya dalam waktu 14 detik saja ia harus tahu rasanya di-KO petarung veteran, Seth Petruzelli.
Dikalahkan Lawan Pengganti
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan perawakan gempal, janggut lebat yang hitam, gigi emas, serta kecepatan memukul dan kelincahan luar biasa, Kimbo Slice dengan cepat menarik perhatian para pengguna internet.
Rekor bertarung Slice di jalanan, menang 22 kali dan kalah 1 kali, membuat perusahaan Elite XC merekrutnya. Padahal, semula ia hanya seorang petugas keamanan di perusahaan film porno, Bang Bro. Setelah menjalani beberapa pertandingan bersama Elite XC, perusahaan yang ingin meyaingi UFC, Slice pun mendapatkan kesempatan untuk mencicipi rasanya bertarung di UFC.
Catatan Slice di awal-awal berkarier di UFC cukup menjanjikan. Dari tiga kali berlaga, ia mendapatkan tiga kemenangan yaitu melawan Ray Mercer, Tank Abbot, dan James Thompson.
Meski demikian, Slice mendapatkan reaksi negatif karena ketiga lawannya itu adalah petarung tua yang bentuk tubuhnya sudah tidak ideal lagi untuk melakukan bela diri campuran.
Setelahnya, Slice ditawari peluang untuk menantang jagoan UFC di era 1990-an, Ken Shamrock. Lagi-lagi petarung tua, namun jika berhasil menang, Slice akan diakui bisa memiliki masa depan di dunia bela diri campuran.
Jelang pertarungan tersebut, Shamrock undur diri karena sakit. Dengan waktu yang sangat singkat, seorang pemain UFC veteran, Petruzelli, mengajukan diri untuk menggantikan Shamrock.
Di hari-H, Slice memulai laga dengan agresif. Ia berulang kali melayangkan pukulan tangan kanan dan kiri bergantian. Petruzelli melangkah mundur hingga ke bersandar di ring dan menunjukkan aksi bertahan. Lalu, dalam sekejap Petruzelli bisa melayangkan pukulan KO ke arah rahang Slice sehingga sang fenomena internet terjatuh.
Dari sana, Petruzelli yang lebih ringan 18 kilogram dari Slice tinggal dengan mudah memukuli kepala Slice sehingga wasit pun menghentikan pertandingan. Hanya dalam waktu 14 detik saja Petruzelli membuktikan bahwa tak sembarang orang bisa menjadi jagoan di ajang UFC dan bahwa kekuatan yang didapatkan di jalanan tidak cukup untuk mengalahkan para petarung UFC yang sudah paham teknik bertarung dari jarak dekat.
Slice sempat menjalani dua pertandingan lagi di UFC dengan hasil yang sama, yaitu dikalahkan dengan mudah. Setelah itu ia undur diri dan berkarier di dunia tinju amatir. (vws)