Neymar justru jadi pecundang lantaran berkelahi setelah pertandingan berakhir yang membuatnya dihadiahi larangan bertanding selama empat pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang yang menyukai sepakbola pasti ingin melihat Neymar berada di lapangan."
Karena itulah Dunga yakin tontonan Copa America menjadi kurang sensasinya setelah hukuman yang diberikan kepada Neymar.
"Dengan Neymar berada di lapangan, maka penonton akan mendapatkan suguhan tontonan yang lebih bagus dengan kualitas permainan yang pastinya lebih tinggi," ujar Dunga.
Dunga pun meyakini bahwa akan ada permintaan banding atas sanksi empat pertandingan yang dijatuhkan kepada Neymar.
"Kami menyerahkan urusan ini kepada Federasi Sepakbola Brasil (CBF). Mereka yang akan menyampaikan argumen terhadap keberatan atas hukuman Neymar."
"Kami hanya ingin ada perlakuan yang sama terhadap setiap orang yang berkompetisi di sini. Itu saja," ujar Dunga.
Hukuman empat laga Neymar sendiri hadir ternyata bukan hanya lantaran perkelahiannya dengan Carlos Bacca dan pemain Kolombia lainnya.
Neymar juga mengejek wasit dengan berkata bahwa wasit tersebut hanya ingin terkenal dengan membuat keputusan seperti itu. Tidak hanya itu saja, Neymar juga memaki wasit tersebut dengan kata-kata kasar di lorong menuju ruang ganti pemain.
Sebelum memikirkan nasib Neymar lebih lanjut, Dunga dan Brasil sendiri harus menemukan cara yang tepat untuk memenangkan pertandingan terakhir lawan Venezuela. Pasalnya, kekalahan bisa mengantar mereka pulang lebih cepat dari Copa America. (ptr/ptr)