Kontrak QSI dengan juara La Liga Spanyol musim lalu itu disepakati oleh presiden pengganti Laporta, Sandro Rosell, beberapa saat setelah menjabat sebagai presiden klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Klub memiliki banyak cara lain untuk mendapatkan keuntungan. Ini merupakan masalah nilai-nilai klub, dan saya ingin menyelamatkan nilai-nilai tersebut," ujar Laporta kepada Mundo Deportivo.
Finansial yang Lebih Stabil
Namun menurut presiden Barcelona saat ini, Josep Maria Bartomeu, keputusan klub itu mengikat kontrak dengan QSI membuat kondisi finansial Barcelona terangkat.
Bartomeu sendiri merupakan mantan wakil presiden Barcelona di era Rossel, yang saat ini memangku jabatan sebagai presiden klub yang baru saja meraih treble winners tersebut.
Sebagai balasan serangan Laporta, Bartomeu menyebut bahwa kepergian Laporta dari kursi Presiden Barcelona pada tahun 2010 juga meninggalkan masalah.
"Kami mengambil alih klub dalam kondisi prestasi yang bagus, tetapi secara finansial berada dalam masalah," ujar Bartomeu seperti yang dilansir ESPN FC. "Kami mengambil alih klub pada 2010, dan kondisi finansialnya tidak stabil."
Namun situasi Qatar saat ini --berada dalam penyelidikan terkait dengan skandal korupsi FIFA-- membuat Bartomeu menyatakan Barcelona mungkin akan mempertimbangkan kelangsungan kontrak mereka dengan QSI.
Bartomeu sendiri akan menjadi pesaing Laporta dalam pemilihan umum yang dilangsungkan pada 16 Juli mendatang. (ptr/ptr)