Perseteruan kedua manajer Belanda ini berawal lebih dari satu dekade lalu saat mereka berada di Belanda, bersama Ajax Amsterdam.
Perseteruan bermula dari Koeman yang saat itu menjabat sebagai pelatih menganggap Van Gaal (direktur teknik) terlalu ikut campur dalam urusan timnya. Di lain pihak, Van Gaal melabeli Koeman sebagai manajer lemah, karena ketidakmampuannya menangani pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koeman mengungkapkan bagaimana tensi antara keduanya semakin meningkat saat bos Setan Merah itu mengabaikan sebuah tradisi Liga Primer.
"Saat di Stadion Saint Mary, dia cukup beruntung timnya bisa menang (2-1, Desember lalu). Tapi kami tetap menyiapkan anggur, namun dia tidak muncul."
Perlakuan Van Gaal itu sendiri tampaknya dibalas oleh Koeman, ketika ia membawa Southampton melawat ke Stadion Old Trafford, Januari lalu.
"Kami menang di Old Trafford (1-0) dan Louis berkata pada saya, 'Gelas anggur sudah siap, saya akan datang dalam satu menit'," ujar Koeman melenjutkan.
"Saya menunggu hingga 15 menit, tetapi tampaknya dia terlalu sibuk dengan media, sehingga saya berkata, 'berikan salam saya pada Louis!'."
Meski tensi kedua manajer masih panas, Koeman menyatakan musim depan keduanya mungkin akan duduk bersama dan menikmati segelas anggur selepas pertandingan.
"Mungkin kami akan menikmati segelas anggur pada musim depan," ucap Koeman menambahkan.
"Saat ini saya tidak memiliki masalah dengan Louis. Kami hanya akan berjabatan tangan dan mengurus tim kami masing-masing." (vws)