"Assen adalah trek yang saya sukai -- meski tidak sesuai dengan kekuatan terbesar motor kami. Cuacanya selalu tidak bisa diprediksi dan hal ini selalu menjadi bagian penting pada akhir pekan. Jadi, kami harus mengamatinya dengan baik," kata Marquez dalam sesi jumpa media satu hari sebelum balapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, sirkuit Assen memang terkenal dengan hujan dan udara dingin yang datang tiba-tiba dan menyulitkan para pembalap.
Hal inilah yang menjadi ciri khas negara Belanda, yaitu cuaca yang tidak menentu dari hari-ke hari. Dikarenakan letak negara Belanda yang memiliki iklim pesisir, hujan bisa saja turun sepanjang tahun.
Jumlah curah hujannya memang sedikit, yaitu kurang lebih 700 milimeter sepanjang tahun, namun lebih tidak terprediksi ketimbang negara-negara Eropa lain.
Apalagi Belanda yang tidak memiliki pegunungan juga berada di perbatasan area dengan cuaca dingin dan panas, sehingga angin yang datang dari arah laut bisa tiba-tiba mengubah cuaca dengan seketika.
Jika terjadi hujan tiba-tiba dan panitia memutuskan untuk mengangkat bendera agar pebalap mengganti motor di tengah-tengah balapan, maka dinamika balapan tentu bisa seketika berganti.
Hal inilah yang akan diantisipasi baik oleh Marquez, Rossi, Lorenzo atau siapapun yang ingin merajai Assen pada Sabtu (27/6) ini. Apalagi, Assen sendiri tergolong sirkuit klasik yang sulit ditaklukkan, dengan tikungan yang berganti tiba-tiba dari kiri ke kanan.
Namun, hujan dan tingkat kesulitan yang tinggi akan membuat senang para penonton yang menanti balapan yang tidak terlupakan, bukan?
(vws)