"Saya tidak menggunakan seorang psikolog olahraga. Ini sedikit berbeda. Saya lebih tertarik mempelajari tanda-tanda di belakangnya dan bagaimana otak bekerja, dan mengapa Anda bereaksi atau mengatakan sesuatu di waktu tertentu," kata Murray sebagaimana dikutip dari The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karier Murray, terutama di awal-awal, memang sering kali diwarnai perubahan emosi yang cepat ketika bertanding. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ia lebih stabil meski masih sering kali terlihat menyumpahi dirinya sendiri ketika melakukan kesalahan.
"Ada seseorang yang membantu saya. Bukan seorang guru-pikiran, namun psikiater. Ada perbedaannya --kata dia-- antara seorang psikiater dan psikologis.
"Saya tak tahu pasti bedanya, namun kerja yang saya lakukan berbeda dengan yang pernah saya lakukan sebelumnya."
"Bagi saya ini sangat menarik, ketika Anda bisa melihat bagaimana Anda bereaksi dalam situasi berbeda. Seperti...'ya, itu benar'." (vws)