Seperti dilansir Reuters, jumlah rata-rata penonton pertandingan bisbol di negara tersebut menurun dari 12.716 pada Mei jadi 8.799 pada pekan pertama Juni. Namun, KBO menyatakan pada pekan kedua jumlah penonton itu menurun lagi jadi 7.148.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimanapun, tampaknya orang-orang menjadi sedikit cemas dengan MERS dibandingkan ketika wabah itu meningkat pada pekan kedua Juni, sehingga para pendukung kembali," ujar seorang pejabat KBO.
"Ya, kami memandang ini adalah sebuah keputusan yang tepat sekarang dan tak ada yang terinfeksi MERS setelah menonton sebuah pertandingan," katanya.
Sang pejabat yang memilih namanya tak dipublikasikan itu mengatakan bisbol adalah olahraga yang populer di negerinya sehingga tak bisa dihentikan begitu saja. Jika itu dilakukan, lanjutnya, akan berdampak pada psikologi rakyat Korsel.
Namun, lanjut sang pejabat, KBO tetap mengikuti kebijakan nasional tentang keselamatan umum. (kid/kid)