Namun bukan harga transfer atau alasan kepindahan ke Turki yang membuat Eto'o menjadi sorotan media, melainkan surat perpisahan yang ia tulis bagi para suporter Sampdoria.
Memang, ucapan perpisahan Eto'o tak ubah seperti surat perpisahan yang dituliskan para pemain pada umumnya. Akan tetapi, beberapa suporter yang kritis tampak menyadari ada kesamaan antara surat perpisahan Eto'o kepada Sampdoria dan mantan klubnya, Everton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan kedua surat perpisahan tersebut tampak seperti hanya disalin, dan penyerang berusia 34 tahun itu hanya mengubah Everton menjadi Sampdoria, serta ucapan terima kasihnya kepada manajer klub.
Sebuah surat perpisahan penuh kreativitas yang mudah, cepat, dan efektif ala Samuel Eto'o. (vws)